Lengan Nyaris Putus Gara-gara Facebook?

November 5, 2009 at 9:22 am (Uncategorized)

f

SURABAYA, KOMPAS.com — Jejaring sosial Facebook di internet diduga melahirkan bencana di keluarga Aziz (37), warga Jl Kedurus III Pilang Indah 24, Surabaya. Dia dikeroyok empat pria misterius hingga lengan kirinya nyaris putus.
Peristiwa pada Senin (2/11) sekitar pukul 19.00 itu terjadi saat korban membonceng istrinya, Ny Saidah (34), melintasi Jl Gunungsari Indah Blok DD, depan rumah nomor 12-A.

Korban yang saat itu mengendarai Honda Blade N 2409 FC dicegat empat pria yang mengendarai dua motor. Sempat terjadi perang mulut sebelum seorang di antara mereka mengeluarkan parang lalu menebas lengan kiri korban.

Mendapat serangan maut, korban berbalik arah dengan berlari menyelamatkan nyawanya. Adapun istri korban berteriak-teriak meminta pertolongan warga. ”Suami saya lari sambil memegangi tangannya yang terluka parah,” tutur Ny Saidah saat ditemui di Mapolsekta Karangpilang, Selasa. Perempuan itu tak henti-hentinya meneteskan air mata. Dia terlihat sangat sedih dan menyesal atas kejadian yang dialami belahan hatinya itu.

Melihat peristiwa berdarah, warga yang berdatangan di lokasi kejadian berupaya menghadang para pelaku. Namun, acungan senjata tajam membuat warga mundur. Mereka baru bisa menolong korban setelah para pelaku kabur. Korban dilarikan ke RS Sumber Kasih. Kondisi korban mengenaskan. Tangan kiri nyaris putus. Darah banyak keluar sehingga tidak sadarkan diri.

Dari berbagai keterangan di lapangan, ada dua dugaan motif pembacokan ini. Sejumlah tetangga korban mengatakan, ada kemungkinan kasus ini bermotif utang-piutang. Korban setiap hari sering didatangi debt collector. “Sering ada orang duduk di depan rumah korban. Saat saya tanya, pria itu menyatakan menunggu korban,” ujar Reni, tetangga korban.


Dugaan kedua, motif kasus ini adalah masalah asmara. Hal ini dikuatkan dengan pengakuan istri korban. Ny Saidah mengaku mengenal pria yang mengotaki percobaan pembunuhan suaminya. “Saya tahu orangnya. Saya tahu siapa dia,” demikian ia berteriak histeris saat ditemui di Polsek Karang Pilang.

Menurut Ny Saidah, sudah tiga bulan ini dia menjalin komunikasi dengan Fahmi, mantan pacarnya. Saat ini, Fahmi sedang bekerja sebagai TKI di Malaysia. Lewat Facebook, mereka mulai menjalin komunikasi lagi. “Saya sempat menghapus namanya dari daftar Facebook saya. Sebab, dia pernah mengancam akan membunuh suami saya melalui telepon,” ungkapnya dengan nada serius.

Ny Saidah curiga kalau pelaku adalah orang suruhan Fahmi, pria yang akhir-akhir ini sering chatting dengannya.
Dikonfirmasi, Kapolsek Karang Pilang AKP Ismail mengatakan, belum bisa memastikan apa motif penganiayaan berat ini. “Kami masih mengumpulkan informasi dari saksi-saksi di lokasi kejadian,” ujar Ismail. rie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: